Sosialisasi Matching Grant Program ICARE di Airmadidi
Airmadidi, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan sosialisasi strategis program Integrated Corporation of Agriculture Resource Empowerment (ICARE). Pada hari Jum’at (28/08).
Acara ini mengangkat tiga pokok bahasan utama yang menjadi fokus kegiatan. Ketiga poin tersebut meliputi pemanfaatan aplikasi e-Banper, penguatan peran koperasi dalam tata kelola bantuan, serta sosialisasi Matching Grant (MG) Program ICARE Sulut.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Airmadidi, Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Airmadidi, Penyuluh Pertanian Lapangan se-Kabupaten Minut, para petani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta pengurus koperasi pertanian binaan program ICARE.
Pemaparan materi mengenai aplikasi e-Banper menekankan pentingnya sistem digitalisasi bantuan pertanian. Sistem ini dipastikan dapat mempercepat penyaluran bantuan pemerintah kepada petani agar berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.
Koperasi pertanian didorong untuk bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan. Lembaga ini diharapkan mampu menjembatani kelompok tani dengan ekosistem digital pertanian yang semakin berkembang pesat.
Sesi sosialisasi Matching Grant Program ICARE disampaikan langsung oleh Koordinator Program ICARE Sulut, Conny Manoppo, Koordinator menjelaskan secara rinci mekanisme serta persyaratan pemanfaatan skema pendanaan tersebut.
Skema pendanaan insentif atau matching grant ini dirancang khusus untuk mendukung pengembangan korporasi petani berbasis komoditas unggulan kelapa dan jagung. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat posisi tawar petani di tingkat daerah maupun pasar yang lebih luas.
Melalui skema ini, kelompok penerima manfaat didorong untuk memperkuat skala ekonomi usaha tani masing-masing. Selain itu, petani juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk melalui proses hilirisasi serta memperluas akses pasar yang lebih kompetitif.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman seluruh pemangku kepentingan terkait program ICARE. Dengan demikian, program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani di Sulut.